jump to navigation

Apa Itu Hidup? July 21, 2008

Posted by fifinhandayani in Renungkan.
Tags:
trackback

Hidup..hidup..dan hidup..

Sepertinya kata yang sangat sering diucapkan dan mudah dimengerti..

Tapi aneh, jika sering dikatakan aku malah menjadi bingung apa itu hidup.

Kadang aku berpikir bahwa hidup adalah hak dan kewajiban yang diamanatkan Allah kepada manusia.

Hidup juga sebuah perjuangan, pengorbanan, kerja keras, usaha, dan keinginan.

Hidup sungguh hal yang sangat lengkap, menu lengkap yang di restoran manapun tidak akan disediakan.

Dalam hidup ada kebahagiaan dan ada juga kesedihan, ada kepuasan dan ada kekecewaan, ada pengharapan dan ada keputusasaan..

Banyak sekali kata untuk mendefinisikan hidup..Allah sungguh Maha Sempurna merancang kehidupan ini. Dimana tidak ada 2 orang yang memiliki kehidupan yang sama. Bahkan anak yang terlahir kembarpun tidak mempunyai kehidupan yang sama.

Hidup juga takdir yang harus disyukuri oleh siapa saja yang telah dihidupkan oleh Allah.

Hidup memiliki cerita yang unik dan beragam bagi tiap manusia, satu cerita saja sudah sangat rumit apalagi jika semua cerita kehidupan manusia di jagad raya ini.

Apakah semua manusia bisa memahami makna hidupnya sendiri??

Bagaimana, Kapan dan Dimanakah makna hidup itu bisa kita temukan?

Ya Allah bantulah hamba-Mu ini untuk menemukan makna hidup yang telah Kau berikan ini..

Advertisements

Comments»

1. ratnaroom - July 25, 2008

Hidup adalah karunia dari Allah yang harus kita manfaatkan dengan sebaik-baiknya. Karena waktu kita di dunia sangatlah sempit, padahal masih banyak kewajiban yang harus kita lakukan.
Di dalam hidup ini hanya ada 2 pilihan: benar/salah, manfaat/sia-sia, baik/buruk, dewasa/ kekanakan, dsb. Tergantung kita mau pilih yang mana.
Maaf sudah banyak komentar, KUNJUNGI BLOG-ku ya. Terimakasih

2. irfan - September 7, 2008

menurutq hidup itu adalah bagaimana cara kita memperoleh “bekal” untuk kehidupan yang selanjutnya akan hadir setelah kehidupan dunia yang hanya sebentar dan lebih bersifat “sendau gurau” (Alqur’an).tentu saja dalam memperoleh “bekal” tersebut ada sgla macam aturan,rintangan,suka,duka seperti yg kamu utarakan diatas..

3. lidya - November 20, 2008

hidup di dunia qt sebagai khalifah yang pnya tanggung jawab menjalankan SyariatNya. Dan terkadang itu butuh pengorbanan. Surga lah tempat istirahat yang sejati

semangat fin…

4. okta - December 19, 2008

bingung

5. Yusuf Apandi - March 5, 2009

Assalamualaikum Wr Wb.
Saudari Fifin yang semoga dirahmati Allah.
Bingung adalah hal yang wajar manakala seseorang hendak menemukan jawaban. Dan bingung suatu pertanda yang baik bagi para pencari kebenaran di sisi Allah.
Tulisan yang baik dan jujur dari Fifin.
Manusia dan alam semesta ini ada yang menciptakan, yakni Allah. Sebagaimana seorang hamba sahaya kepada tuannya, dia berlaku hormat. Begitu juga semua ciptaan Allah. Hendaknya mereka semua taat, patuh, tunduk, menyerahkan dirinya (tawakkal) hanya kepada yang menciptakannya. Itulah hidup yang sesungguhnya, berbakti dan beribadah kepada Allah. Insya Allah kita akan lebih tenang, dewasa dan mantap memandang kehidupan ini.
Lalu apakah yang menjadi pedoman kita?
Tentu saja Al Qur’an dan Hadist.
Untuk memahami Al Qur’an dan hadist, kita harus membaca ataupun menanyakannya kepada yang lebih berilmu.
Ingatlah bahwa Menuntut ilmu tauhid & Syariah (agama) hukumnya fardhu Ain atau wajib. Sedangkan ilmu2 lainnya seperti kedokteran, perbintangan, komputer dll itu fardhu kifayah, artinya apabila ada seseorang dalam suatu negeri telah melakukannya (mempelajarinya), maka yang lain terlepas dari kewajiban menuntutnya.
Banyak orang berfikir bahwa (1) mendalami ilmu agama akan membawa kita kepada menghindari hal2 keduniawian (mereka beranggapan bahwa hanya hal2 keduniawian yang mendatangkan kesenangan dan kebahagiaan). Ini tentu salah besar dan tidak sesuai dengan firman Allah pada surah ke 28. Al Qashahsh (cerita2) ayat 77, yang bermakna:
“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenimatan) duniawi dan berbuat baiklah sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang2 yang berbuat kerusakan.”

Ok, dengan semangat tidak menggurui akan saya lanjutkan.
Dalam ayat di atas, kita dilarang, berarti hukumnya haram melupakan kenikmatan duniawi. Misalnya, hubungan sex, makan yang enak, berpakaian yang bagus, memakai kendaraan, bergaul sesama manusia, olah raga dll. Hanya, ingatlah, Allah telah menetapkan hukum dan batasan2 untuk itu semua.
Hubungan sex, kita harus menikah dulu dong sesuai tuntutan islam. Makan yang enak, please asalkan jangan lupa tetangga dan berlebihan. Berpakaian bagus, silahkan asalkan menutup aurat (Allah telah jelaskan yang mana aurat laki2 dan perempuan). Berkendaraan, juga silahkan dengan niat untuk tidak berbangga2 melainkan untuk keperluan. Bergaul, nah ini yang sering kita kebablasan. Kita terasa gak gaul kalau tdk bergaya seperti gaya dalam majalah Hai, Aneka dll. Kita terasa semangat muda kita gak lengkap tanpa trend2, baju2 cantik, ke salon, discotik, cafe. Kenapa? Karena inilah pengaruh kuat media massa yang mementingkan sisi komersil semata. Pastikan bahwa semua itu hanyalah semu dan penuh topeng. Mengajarkan kita berbohong terhadap diri sendiri (inilah yang saya rasakan). Kelompok pergaulan yang baik dan jujur (secara hakiki) dah tentu banyak di lingkungan kita. Jangan khawatir.
Ada juga yang berfikir (2) dengan mengetahui ilmu agama akan mengurangi langkah kita dalam menikmati hidup di dunia. Inipun menurut saya salah besar. Karena justeru pemahaman nilai2 agama akan membawa kita kepada kepercayaan diri yang sangat kuat, jauh dari stress, jauh dari mengeluh, jauh dari berbuat maksiat dan dosa (perbuatan maksiat dan dosa inipun tidak boleh menurut hukum negara) jauh dari iri melihat kelebihan orang lain, jauh dari bergunjing dan jauh dari perbuatan2 yang menurut semua orang adalah buruk.
Agama akan membawa kita kepada merendah diri, tidak sombong, murah senyum, banyak saudara dan lain2 yang baik.
Please, percaya hanya kepada Allah dan Rasulnya akan memberikan kita pemahaman tentang hidup yang lebih indah lagi.
Menyembah Allah, sebagaimana kita telah berikrar (syahadat) La ila . . ha ilallah, Muhammad Rasulullah.
La ila (tiada tuhan) . . . . berarati kita menolak, membuang, menghancurkan sekaligus memerdekakan diri dari semua sesembahan2, berhala2, ajimat2, tolak bala dll. Ha’ilalah, kecuali ALLAH.
Maknanya adalah kita telah berikrar bahwa tiada tuhan selain Allah. Hanya Allah saja yang mampu mendatangkan manfaat maupun mudharat. Bukan berhala2 ataupun kuburan, ataupun pohon2 besar.
Ok, dah dulu ya. Maaf kalau tulisan ini mungkin melenceng dari pengertian yang Fifin cari tentang hidup.
Dan sebenarnya ini masih panjang kelanjutannya, tapi saya harus kerja lagi nih. Oh ya, sebahagiaan besar tulisan ini adalah apa yang saya ingat dari kelas Aqidah yang saya ikuti 2 minggu sekali. Semoga ada manfaatnya bagi saya dan antum, dan semoga diampunkan oleh Allah kesalahan2 atau kekeliruan2 dalam tulisan ini karena itu bukan atas kesengajaan saya.

Wassalamualaikum.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: